Just another WordPress.com site

MEMBIMBING KEBERHASILAN PESERTA DIDIK

Keberhasilan pembelajaran adalah keberhasilan peserta didik dalam membentuk kompetensi dan mencapai tujuan, serta keberhasilan guru dalam membimbing peserta didik dalam pembelajaran.[1]

Slow learning (lamban belajar), merupakan salah satu bentuk kesulitan belajar. Peserta didik yang lamban belajar akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran, menganalisa apa yang dipelajari, dan mengalami kesulitan dalam memahami is pembelajaran serta sulit membentuk kompetensi, dan mencapai pembelajaran yang diharapkan. Kelambanan perkembangan ini disebabkan oleh tingkat kecerdasan atau IQ di bawah rata-rata umum atau di bawah normal.

Siswa yang slow leaner juga sering mengalami kelambanan dalam pertumbuhan jasmaninya.

TINGKAT IQ KELOMPOK
130 keatas Pandai sekali (genius)
110 – 129 Panda
90 – 109 Rata-rata atau normal
70 – 89 Kurang pandai
50 – 69 Lemah ingatan
30 – 49 Debiel
Kurang dari 30 Imbeciel -ideot

Anak-anak yang digolongkan lambat belajar (slow leaner) adalah mereka yang memiliki IQ antara 70 sampai dengan 90, yakni yang termasuk klasifikasi kurang pandai.

Ciri-ciri peserta didik lambat belajar :

  1. Lamban
  2. Kurang mampu : kurang mampu berkonsentrasi , berkomunikasi dengan orang lain, mengemukakan pendapat, serta kurang kreatif, dan mudah lupa.
  3. Tidak berprestasi
  4. Motoriknya lamban
  5. Perilaku negatif.

Memahami latar belakang peserta didik lambat belajar :

Untuk memberikan bantuan dan bimbingan secara tepat, dan berhasil kepada peserta didik yang lambat belajar, perlu dipahami berbagai hal yang melatarbelakangi,dengan usaha antara lain :

  1. Studi dokumentasi, mempelajari catatan-catatan pribadi, melalui :
    1. Biku catatan pribadi
    2. Dokumen perkembangan pribadi
    3. Catatan kesehatan
  2. Mengumpulkan data baru sebagai pelengkap.

Dalam rangka memahami dan mengenal latar belakang peserta didik,sebagai upaya melengkapi informasi yang sudah ada, perlu ditempuh cara lain di samping mempelajari data pribadi peserta didik. Cara lain ini dapat dilakukan melalui kegiatan sbb :

  1. Home visit (kunjungan rumah)
  2. Tes psikologi
  3. Wawancara dengan orang tua atau temannya
  4. Observasi terhadap kegiatan peserta didik pada waktu bermain, atau bekerja melakukan tugas kelompok untuk memahami hubungan sosial dengan teman-temannya.

Usaha – usaha bimbingan

Sesuai ciri-ciri yang dimiliki peserta didik lambat belajar dan latar belakang peserta didik, maka bimbingan yang diberikan dapat diidentifikasi sbb:

  1. Pemberian informasi tentang cara-cara belajar yang efektif, baik cara belajar di sekolah maupun di rumah.
  2. Bantuan penempatan (placement), yakni penempatan peserta didik dalam kelompok-kelompok kegiatan sesuai seperti kelompok belajar, kelompok diskusi, dan kelompok kerja. Bantuan penempatan ini dapat pula berfungsi sebagai perbaikan terhadap masalah dan kesulitan yang dialami peserta didik.
  3. Mengadakan pertemuan dengan orang tua untuk melakukan konsultasi, mendiskusikan kesulitan-kesulitan peserta didik serta mencari cara-cara pemecahannya, terutama berkaitan dengan cara memberikan dorongan agar peserta didik giat belajar, dan cara-cara melayani atau memperlakukan peserta didik di rumah.
  4. Memberikan pembelajaran remidi (remidial teaching), yaitu mengadakan pembelajaran kembali secara khusus bagi peserta didik yang lamban untuk mengajarkan ketinggalan dari kawan-kawannya.
  5. Memberikan pembelajaran yang konkrit dan aktual
  6. Memberian layanan konseling bagi peserta didik yang menghadapai kesulitan-kesulitan emosional, serta hambatan lain sesuai latar belakang masing-masing.
  7. Memberikan perhatian khusus kepada peserta didik yang lamban, dan berusaha membangkitka motivasi dan kreativitas belajarnya misalnya dengan melalui hadiah dan pujian.

Ciri-ciri anak luar biasa di atas normal :

Peserta didik yang memiliki kecerdasan di atas normal dapat dibagi menjadi 2 kelompok :

  1. Kelompok pandai sekali : IQ 130 ke atas
  2. Kelompok pandai : 110 – 130

Dua kelompok ini memiliki sifat-sifat sbb:

  1. Berjalan dan berbicara lebih awal dan cepat menguasai kosa kata dalam jumlah banyak
  2. Pertumbuhan jasmani lebih baik
  3. Haus akan ilmu pengetahuan, dan menyukai serta sering mengikuti berbagai perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan
  4. Mampu secara tepat menaruk suatu generalisasi, dapat mengenal hubungan antara fakta yang satu dengan yang lain.
  5. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga nampak suka membongkar – bongkar mainan dan membangunnya kembali.
  6. Cepat dalam menerima, mengolah, memahami dan menguasai pembelajaran,prestasinya baik sekali dalam semua bidang studi.
  7. Cepat mengerjakan tugas dengan hasil yang baik
  8. Cepat dan tepat dalam bertindak.
  9. Kurang sabar mengikuti hal-hal yang rutin dan monoton
  10. Cenderung tidak memilki gangguan nervus (mudah bingung)
  11. Daya imajinasinya tinggi, dan mampu berpikir abstrak
  12. Cepat dalam bekerja, dan melakukan tugas sehingga banyak memiliki waktu luang.

Prinsip dasar membimbing peserta didik yang cerdas :

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam memberikan bimbingan kepada peserta didik cepat belajar :

  1. Perlu diupayakan untuk mengembangkan seluruh potensi peserta didik agar memperoleh perkembangan yang optimal, sehingga dapat dicapai kebahagiaan.
  2. Bimbingan yang diberikan harus sesuai dengan ciri-ciri khusus serta kebutuhan peserta didik yang cepat belajar.
  3. Setiap sekolah harus diatur sedemikian rupa, sehingga tercipta suasana yang aman dan nyaman, dan memungkinkan peserta didik cepat belajar mengembangkan seluruh aspek pribadinya.
  4. Memberikan bimbingan jangan semata-mata menekankan pada perkembangan aspek intelektualnya saja, tetapi perlu dikembangkan aspek lain seperti  sikap, nilai, mental, moral, emosional, sosial, spiritual dan tanggung jawab.
  5. Perlu dikurangi kegagalan dan pemborosan sejauh mungkin dengan jalan mendayagunakan seluruh bakat dan kecerdasan serta krestivitas peserta didik.

Masalah – masalah yang dihadapi peserta didik cepat belajar pada umumnya bersumber dari kondisi-kondisi sbb:

  1. Kurang atau tidak adanya pengertian dari pihak pendidik (guru, orang tua, kepala sekolah, konselor), mereka tidak mengerti bagaimana memperlakukan peserta didik yang cerdas.
  2. Kurang adanya perhatian dari pihak pendidik. Perhatian pendidik umunya ditujukan kepada peserta didik yang normal, dan peserta didik yang lambat belajar.
  3. Anggapan yang keliru dari pendidik bahwa peserta didik yang cerdas akan mampu atau bisa memelihara, menjaga, dan mengembangkan dirinya sendiri tanpa bombingan orang lain.
  4. Kurang tanggap guru terhadap perilaku peserta didik yang cerdas, bahkan sering dianggap mengganggu pembelajaran, atua mencemoohkan guru. Misalnya mengajukan pertanyaan yang di luar kemempuan guru untuk menjawabnya.

REAKSI NEGATIF

Peserta didik yang tergolong cerdas di atas normal tidak berbeda dengan teman lain, mereka memerlukan perhatian, penghargaan dan kasih sayang, karena hal tersebut merupakan sebagian dari kebutuhan pokok (basic needs).

Jika peserta didik cerdas tidak diperhatiakn oleh pendidik, maka akan timbul beberapa reaksi sbb:

  1. Melarikan diri, pendiam, bersifat introvert, reaksi negatif (withdraw)
  2. Mencari perhatian (making attention). Dalam usaha untuk mencari perhatian dari pendidik setelah selesai mengerjakan tugas, maka adakalanya ditempuh dengan berteriak-teriak di kelas, membuat gaduh, menggoda teman, meledek guru, suka mondar-mandir .
  3. Berpura-pura bodoh. Hal ini dilakukan untuk menghindari disuruh mengajar teman-temannya.

BIMBINGAN BAGI PESERTA DIDIK CEPAT BELAJAR

Beberapa bentuk layanan yang dapt diberikan guru kepada peserta didik yang cepat belajar :

  1. Usaha percepatan (akselerasi), memberikan pembelajaran dengan sistem modul, memberikan kesempatan kepada siswa cepat belajar menyelesaikan modul sebanyak-banyaknya, tanpa menunggu kawan yang lain. Atau memberikan naik kelas meloncat.
  2. Menyediakan sekolah khusus yang menampung anak-anak cerdas atau berkualitas tinggi, sehingga mereka akan mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan kemampuannya.
  3. Jika terpaksa terpaksa anak harus terintegrasi dengan anak-anak normal, maka kepadanya perlu diberi kesempatan untuk memperdalam, dan memperkaya pengetahuannya.
  4. Menyalurkan kemampuan peserta didik dalam kegiatan-kegiatan ilmiah,mengikut sertakan dalam lomba karya ilmiah dengan demikian kelebihan energi yang dimiliki oleh peserta didik yang cerdas di atas normal dapat disalurkan dan akan bermanfaat.
  5. Melibatkan dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengikuti aktivitas-aktivitas organisasi dan sosial.
  6. Untuk mengurangi rasa superior (harga diri berlebih), sebaiknya guru dalam memberikan tugas dilakukan secara proporsional.
  7. Pada saat tertentu guru hendaknya memberikan reinforcement pada peserta didik yang cerdas, hai ini dilakukan untuk meningkatkan semangat atau motivasi untuk lebih berprestasi lagi.

[1] Mulyasa, E. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangka, Rosda, 2009. Hal : 121

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: